Judul makalah yg dibahas:
Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Peramalan Beban Tenaga Listrik Jangka Panjang Pada Sistem Kelistrikan Di Indonesia
Pembahasan kelompok
Studi tentang peramalan beban puncak tenaga listrik dalam sistem kelistrikan di Indonesia telah dilakukan dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) - Propagasi Balik, dengan periode studi 2001- 2025. Ramalan beban puncak listrik jangka panjang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Dalam studi ini dipilih data ekonomi yang diperkirakan sangat mempengaruhi ramalan beban tenaga listrik jangka panjang, yang dalam hal ini menjadi masukan JST, yaitu: Produk Domestik Bruto (PDB) per-kapita, Populasi, Jumlah Rumah Tangga, Rasio Elektrifikasi, Jumlah Polusi CO2, Harga Minyak Mentah Rata-rata, Harga Batubara Rata-rata, Pemakaian Energi Final, Kebutuhan Pemakaian Energi Final Sektor Industri, dan Harga Listrik Rata-rata. Data yang dipergunakan untuk pembelajaran adalah data sebenarnya (actual data), mulai tahun 1990 sampai dengan 2000. Model JST yang digunakan dalam penelitian untuk peramalan beban jangka panjang ini adalah Propagasi Balik (Back Propagation, BP).
Struktur Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik
Algoritma pembelajaran yang digunakan adalah algoritma propagasi balik. Pada algoritma ini digunakan sinyal referensi dari luar (sebagai pengajar) dibandingkan dengan sinyal keluaran JST, hasilnya berupa sinyal kesalahan (error).
Keterangan:
xi sinyal masukan pembelajaran.
wjk bobot koneksi antara sel j ke sel
zj sinyal keluaran unit tersembunyi
fk fungsi aktivasi.
yk sinyal keluaran pembelajaran.
tk sinyal keluaran target (referensi)
δκ sinyal kesalahan (error).
α konstanta laju pembelajaran.
q iterasi ke-q.
Dasar algoritma ini adalah memodifikasi bobot interkoneksi wjk pada jaringan sehingga sinyal kesalahan mendekati nol (lihat Gambar 1 dan 2).
Kesimpulan:
1. Hasil perkiraan beban menggunakan jaringan syaraf tiruan ini tidak berbeda jauh dengan RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) yaitu masing-masing sebesar 85.584 MW dan 79.920 MW (perbedaannya sekitar 6,6%).
2. Hasil proyeksi dari RUKN maupun JST cukup baik, karena secara umum,perusaahan listrik akan menerima kesalahan ramalan (error) sebesar 10% untuk ramalan beban jangka panjang.
| NO. | NAMA | Pembagian Tugas |
| 1. | Dedy Hary Saputra | Mencari sumber bahan makalah |
| 2. | Adrian Tyas Bangun | Mengedit makalah |
| 3. | Deza Ariffandy | Mencari sumber bahan makalah
|
| 4. | Dian Angga | Menganalisa pembahasan dan kesimpulan |
| 5. | Ridwin Sentoso | Memposting ke blog |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar